Pages

Tita Meilani

Kamis, 13 Mei 2010

Alat Kesehatan Medis

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kesehatan adalah salah satu anugerah Tuhan yang sangat berharga namun sering kali kita lupa atau tidak menyadari betapa beruntungnya kita yang dalam keadaan sehat itu. Baru apabila telah merasakan sakit kita akan merasa betapa besarnya manfaat sehat yang dianugerahkan Tuhan kepada kita tersebut. Oleh karena itu sudah selayaknyalah bila sebaiknya kita selalu berusaha menjaga kesehatan kita.

Ada empat faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan seseorang, yaitu :

1. Faktor keturunan, ada beberapa penyakit yang mempunyai kaitan dengan faktor yang diwariskan dari orang tua, seperti hemofili (hemophilia), buta warna, bulai (albino) dsb.

2. Faktor usia, banyak penyakit yang terjadinya pada usia-usia tertentu, penyakit-penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, arthritis, kanker tertentu biasa terjadi pada usia lanjut, cacar air pada usia anak-anak, herpes zooster pada usia dewasa dan tua,

3. Faktor perilaku, beberapa penyakit digolongkan dalam penyakit jabatan/jenis pekerjaan (occupational disease). Pola konsumsi makanan juga berpengaruh terhadap kejadian penyakit-penyakit tertentu seperti tukak lambung (ulcus pepticum), juga jenis makanan yang dimakannya sangat berpengaruh terhadap kejadian-kejadian penyakit. Banyak mengkonsumsi makanan yang berlemak dihubungkan dengan peningkatan kejadian aterosklerosis dan obesitas. Kelebihan atau kekurangan salah satu atau beberapa unsur nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein, (termasuk kelengkapan asam-asam aminonya), vitamin dan mineral dapat menimbulkan gangguan kesehatan yang serius. Kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh, karena pada saat kita tidur nyenyak akan dikeluarkan hormon yang mengaktifkan sistem pertahanan tubuh. Perilaku individu maupun kelompok ataupun institusi yang mengakibatkan pencemaran dapat berakibat terjadinya penyakit-penyakit akibat pencemaran lingkungan, seperti penyakit minamata yang disebabkan oleh pencemaran logam berat khususnya air raksa atau mercury.

4. Faktor lingkungan seperti cuaca, iklim, kondisi air tanah sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit, ada penyakit tropis, ada penyakit yang lebih banyak terjadi di daerah-daerah pantai atau rawa-rawa. Selain dari pada lingkungan fisik, juga lingkungan biologisnya menentukan, pada daerah pantai dan rawa-rawa banyak nyamuk yang merupakan vektor atau pemindah kuman penyebab penyakit seperti virus, bakteri, jamur ataupun protozoa yang tak dapat dilihat dengan mata telanjang (hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop). Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor dari virus penyebab penyakit demam berdarah dengue, nyamuk Anopheles dapat menularkan plasmodium, protozoa penyebab penyakit malaria sedangkan nyamuk culex dapat menularkan cacing filaria yang dapat menyebabkan filariasis atau penyakit kaki gajah (elephantiasis). Penyakit gondok endemis dapat terjadi pada orang-orang yang tinggal di lingkungan yang air tanahnya tidak mengandung cukup jodium. Penyakit minamata dapat terjadi pada orang-orang yang hidup dilingkungan yang tercemar oleh logam berat, khususnya air raksa atau mercury.

Untuk merealisasikan hidup sehat diperlukan alat kesehatan. Alat kesehatan terdiri dari alat kesehatan medis dan alat kesehatan rumah tangga. Alat kesehatan medis seperti Pediatric Stethoscope, Anesthescope Triplex, Stethoscope, Elektric Sphygmomanometer dan lain-lain. Sedangkan alat kesehatan rumah tangga seperti sikat gigi, pasta gigi, siwak, sapu dan lain-lain.

Setelah melihat penjelasan tadi maka dalam makalah ini penulis menganggap penting untuk membahas ALAT KESEHATAN dengan judul : “PERBEDAAN ALAT KESEHATAN MEDIS DENGAN ALAT KESEHATAN PERBEKALAN RUMAHTANGGA”

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, penulis dapat merumuskan masalah-masalah sebagai berikut :

1. Sebutkan Apa Saja Alat Kesehatan Medis ?

2. Sebutkan Apa Saja Alat Kesehatan Perbekalan Rumah Tangga?

3. Apa Perbedaan Alat Kesehatan Medis Dengan Alat Kesehatan Perbekalan Rumah tangga?

BAB II

PEMBAHASAN

1. Alat Kesehatan

Dalam bahasa Inggris kita kenal nama/istilah: Medical-Instruments.
Kalau kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, namanya akan menjadi: Alat-a1at kedokteran atau alat-alat medis.

Dalam bahasa indonesia kita kenal nama/istilah: ALAT-ALAT KESEHATAN atau disingkat dengan nama ALKES.

ALKES ini ruang lingkupnya lebih luas daripada alat kedokteran.
Tetapi akan lebih lengkap lagi bila ALKES ini ditambah dengan alat-alat untuk penyelidikan, sehingga namanya berubah menjadi ALAT-ALAT KESEHATAN & PENYELIDIKAN atau disingkat dengan nama AAKP atau A2KP.


1.1. Definisi Alat Kesehatan

Menurut peraturan Menteri Kesehatan RI. no. 220/Men.Kes/Per/IX/1976 tertanggal 6 September 1976, yang dimaksud dengan: ALAT KESEHATAN (ALKES) adalah barang, instrumen, aparat atau alat termasuk tiap komponen, bagian atau perlengkapannya yang diproduksi, dijual atau dimaksudkan untuk digunakan dalam:

a. pemeliharaan dan perawatan kesehatan, diagnosa, penyembuhan, peringanan atau pencegahan penyakit, kelainan keadaan badan atau gejalanya pada manusia.

b. pemulihan, perbaikan atau perubahan suatu fungsi badan atau struktur badan manusia.
c. diagnosa kehamilan pada manusia atau pemeliharaan selama hamil dan setelah melahirkan termasuk pemeliharaan bayi.

d. usaha mencegah kehamilan pada manusia dan yang tidak termasuk golongan obat.

Jelas disini belum tercakup alat-alat kesehatan yang dipergunakan untuk veteriner dan yang untuk penyelidikan.


1.2. Penggolongan Alat-Alat Kesehatan.

Penggolongan ALKES bisa dibagi menurut macam-macam keadaan, ditinjau dari segi apa, misalnya saja, menurut :

1. fungsinya.

2. sifat pemakaiannya.

3. Kegunaannva.

4. umur peralatan.

5. macam & bentuknya.

6. katalog-katalog pabri alat.

7. keputusan Men.Kes. R.1. no.116/SK/79.

8. kepraktisan penyimpanan.


A. Penggolongan menurut fungsinya:

a. Peralatan medis : - Instrumen atau perlengkapan seperti: X—Ray, I.C.U., ICCU, Obgyn, Emergency dept, kardiologi, operating theatre dll.- Utensilien seperti Nierbekken, alat pembalut, urinal, bedpan, catheters dll.

b. Peralatan non-medis, seperti : dapur, generator, keperluan cucian (laundry), dll.

B. Penggolongan menurut sifat pemakaiannya.

a. peralatan yang habis dipakai (consumable)

b. peralatan yang dapat digunakan secara terus-menerus.

C. Penggolongan menurut kegunaannya.

Sesuai dengan kepentingan penggunaanya, peralatan itu dapat dibagi sebagai berikut: Peralatan THT, peralatan Bedah, Peralatan obgyn,peralatan gigi. peralatan orthopedi, dll.

D. Penggolongan menurut umur peralatan.

Termasuk disini juga sistim penghapusannya, misalnya saja:

a. Yang tidak memerlukan pemeliharaan atau yang hanya untuk I x pakai (disposable) atau yang habis terpakai (consumable) atau yang mempunyai “unit cost” rendah seperti alat suntik, pincet. gunting, alat bedah, selimut dll.

b. Alat-alat yang penting, atau alat dengan waktu penyusutan lebih dari 5 tahun seperti peralatan Laboratorium, peralatan ruang bedah dll.

c. Alat-alat berat dengan waktu penyusutan lebih dan 5 tahun atau dikaitkan dengan bangunan dimana alat itu ditempatkan seperti alat X—Ray, alat sterilisasi,b perlengkapan dapur, pencucian dll.

E. Penggolongan menurut macam & bentuknya.

a. alat-alat kecil dan yang umum, seperti jarum, semprit, alat bedah, alat THT, alat gigi, catheter, ajat orthopedik. film X-ray dll.

b. Alat perlengkapan rumahsakit, seperti meja operasi, autoclave. sterilizer, lampu operasi, unit perlengkapan gigi dll.

c. alat laboratorium, seperti alat gelas, reagens, test kit diagnostik dll.

d. alat perlengkapan radiologi/nuklir, seperti X—Ray, Scanner dll.


F. Penggolongan menurut catalog-katalog pabrik alat

a. Dari SMIC—RRC:

- instrumen gigi.

- instrumen untuk akupunktur.

- instrumen diagnostik

- instrumen bedah umum

- instrumen obstetilk.

- instrumen THT.

- perlengkapan rumahsakit.

- instrumen injeksi/penctur.

- alat-alat dari panci untuk rumahsakit.

- alat-alat dari karet.

- barang-barang higienis seperti gaas, handuk, dll.

b. AESCULAP — Jerman:

- AA : untuk keperluan postmortem (Autopsy Anatomy)

- AB : microscopy

- AC : alat untuk eksaminasi-diagnostik.

- AD : alat untuk mengukur.

- AJ : alat untuk vaksinasi.

- AN : alat untuk anesthesi dan laryngoscope.

- BA : scalpel, pisau.

- BB : pegangan scalpel.

- BC : gunting.

- BD : dissecting— & tissue forceps.

- BF : sponge-washing-tendon seizing organ & foreign body forceps, towel clamps.

- BH : bulldog— & arteriklem.

- BJ : peritonium—. hysterectomy—, vaginal & compression—, dissecting & ligatare forceps.

- BL : Needles, catgut—silk.

- BM : durogrip instruments.

- BN : suture clips & alatnya, pocket instrument set.

- BT : wound retractor.

- BV : abdominal—, self retaining retractors.

- EA : alat-alat untuk intestinal & rektal.

- EB : alat-alat antuk empedu dan hati.

- EF : alat-alat untuk urogenital.

- EJ : trocar

- EL : vaginal speculum.

- EM : tcrine dilator.

- EO : uterine forceps.

- ER : alat-alat biopsi dan curet.

- ET : alat-alat untuk obstetrik

- FA alat-alat untuk tracheotomy.

- FB : alat untuk pembedahan kardiovaskuler dan thorax.

- FF : trepanation.

- FH : alat untuk amputasi.

- FK : elevator. curet tulang, raspatories.

- FL : palu, pahat. gauges.

- FO : alat untuk memegang/memotong tulang, finger nail instruments.

- FR : handdrill.

- GA : motor electro-aurgical.

- GF : electro—suction pump.

- GK : coagulator

- GN : nerve stimulator.

- JG : kidney tray, sterilizing forceps.

- LX : wire extension, plester instruments.

- SC : syringes

- SF : alat suntik untuk biopsi. luberculine—insuline syringes.

- SH : glycerine syringes.

- SJ : injector

- SK : adaptor. tubing connections.

- SL : water syringes.

- SR : jarum-jarurn.


c. JMS (Japan Medical Supply) — Guide to disposable products.

1 . Infusion.

2. Blood collection & transfusion.

3. Syringes& needles.

4. I.V acessories.

5. l.V. Hyperalimentation.

6. Feeding systems.

7. Drainage systems.

8. Gloves.

9 Clinical examination.

10. Dialysis.

11. Miscellaneous.

d. JMC (Japan Medicai Instrument Catalog)-Japan.

1. Diagnostic, general, intestinal.

2. Injection, infusion.

3. Physical examination, models.

4. Anesthetic.

5. Suture needles, suture.

6. General operating, neurosurgical orthopedic.

7. Rehabilitation, physical therapy.

8. Opthalmic.

9. Ear, nose and throat.

10. urological.

11. Gynecologic. obstetric.

12. X-ray, dark room.

13. l.C.U. C.C.U. equipments

14. Ward.

15. Operating room.

16. Sterilizing.

17. Staff wears.

18. Pharmaceutical.

19. Post-mortem, dissecting.

20. Microscope and accessories.

21. Laboratory.

22. Rubber goods. disposables.

23. Glass, polyethylene, porcelain wares.

G. Pengolongan menurut Keputusan Menteri Kesehatan R.I no. 116/SK/79:

1. Preparat untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan.

2. Pesicida dan insektisida pembasmi hama manusia dan binatang piaraan.

3. Alat perawatan yang digunakan dalam salon kecantikan.

4. Wadah dan plastik dan kaca untuk obat dan injeksi,juga karet tutup botol infus.

5. Peralatan obstetric dan gynecologi.

6. Peralatan anesthesi.

7. Peralatan dan perlengkapan kedokteran gigi.

8. Peralatan dan perlengkapan T.H.T.

9. Peralatan dan perlengkapan mata.

10. Peralatan Rumah Sakit.

11. Peralatan Kimia.

12. Peralatan Hematologi.

11 Peralatan Imunologi.

14. Peralatan Mikrobiologi.

15. Peralatan Patologi.

16. Peralatan Toksikologi.

17. Peralatan Ortopedi.

18. Peralatan Rehabilitasi (Physical Medice)

19. Peralatan Bedah Umum dan Bedah Plastik.

20. Peralatan Kardiologi.

21. Peralatan Neurologi.

22. Peralatan Gastro Enterologi dan urologi.

23. Peralatan Radiologi.


H. Penggolongan menurut keprakrisan penyimpanan.

1 Alat-alat Perawatan

2. Alat-alat kedokteran umum. (medical instruments)

3. Hospital Furniture and equipments.

4. Alat-alat laboratorium gelas.

5. Alat-alat kedokteran gigi.

6. Alat-alat X-ray & acessories.

7. Alat-alat optik.

8. Alat bedah (surgical instruments)

9. Alat bedah lulang.

10. Alat untuk penyelidikan.

11. Alat kedokteran khewan (veteriner)

12. Alat-alat elektromedis.

1.3. Contoh-Contoh Alat Kesehatan

Di bawah ini diuraikan beberapa macam Stethoscope

A.1. Teaching Stethoscope.

Stethoscope ini adalah type kombinasi chestpiecenya dengan keistimewaan adanya 2 (dua) binaural units. (lihat gambar) Instruktor dan murid bisa sama-sama mendengarkan.

A. 2. Triplex Stethoscope.

Stethoscope ini mempunyai 3 (tiga) buah “chest- piece” yang dapat diganti-ganti. Di bawah ini gambar produksi pabrik RIESTER—Jerman.

A. 3. Anesthescope.

Anesthescope adalah stethoscope dimana ukuran chestpiecenya 5,3 cm. (lihat gainbar) Kegunaannya untuk mendengarkan suara-suara yang lemah diruang operasi. Disebut juga Anesthesiologist stethoscope. Pabrik Riester memproduksi dengan nama ANESTOPHON.

A.4. Baby Stethoscope (INFANTSCOPE) .

Stethoscope ini khusus untuk bayi-bayi dengan chest-piece diaphiagma ukuran sekitar 2½ cm dan type Bell ukuran 1,9 cm. Di bawah ini gambar produksi Pabrik ATOM— Jepang.




A. 5. Pediatric Stethoscope.

Stethoscope ini untuk memeriksa anak-anak. Chest-piece diaphragm mempunyai ukuran 3,1 cm dan type Bell dengan ukuran 2,6 cm.

A.6. MAGNASCOPE.

Stethoscope ini mempunyai ukuran chestpiece diaphragm 5 cm dan type Bell 3,3cm.

A.7. CARDIOLOGY Stethoscope.

Stethoscope ini produksi pabrik 3 M—USA (Littmann) dimana “tube” atau “Slang”nya berlapis dua(double lumen) dan diameter diaphragm 4,4 cm dan type
Bell berdiameter 3,1 Cm. (lihat gambar)

A.9. ELECTRONIC STETHOSCOPE.

Alat stethoscope elektronik mempergunakan tenaga baterij 6 Volt serta adanya amplivier dan speaker di dalam chest-piece. Juga dilengkapi dengan switch untuk mematikan/ menghidupkan baterij serta switch pencarian frekwensi. Di bawah ini contoh gambar SUPER--TONE DELUXE type FS 203 buatan Jepang.

A.10. LITTMANN Stethoscope.

Yang dimaksud dengan Littmann Stethoscope adalah Littmann Blood Pressure Stethoscope. Terdiri dan hanya 1 diaphragm chest-piece, beratnya hanya 56 gm dan panjangnya 71 cm. Warnanya ada 5 macam pada chest-piecenya, yaitu : Biru, hijau, merah-muda, warna emas dan perak. Keistimewaan dan Littmann stethoscope adalah pada Y-tube dimana di dalamnya terdapat per (spring), sehingga dapat melekat pada kedua lubang telinga secara anatomis dengan sudut yang tepat.

A.11. Sphygmomanometer.

Sphygmomanometer (bah. Inggnis) atau Blood Pressure Manometer, dikenal dengan berbagai nama :

- Bloeddrukmeter (bah. Belanda)

- Tensimeter (bah. Belanda)

- Alat pengukur tekanan darah

Kegunaannya Untuk mengukur tekanan darah tubuh, berapa angka systole (pada waktu jantung kuncup) dan berapa angka diastole (pada waktu jantung mengembang kembali) . Ada 4 macam alat pnguKur tekanan darah, yaitu

a. Aneroid sphygmomanometer.

b. Mercurial sphygmomanometer.

c. Electric sphygmomanometer.

d. Automatic sphygmomanometer.

A.11.1. Aneroid Sphygmomanometer.

Aneroid berarti tidak berair atau tanpa air. Jadi Sphygmomanorneter aneroid adalah alat sphygmomanometer yang tak ada airnya. Sebelum dikenal alat pengukur elektrik maupun automatic yang juga tak berair, dikenal alat pengukui mercurial, yaitu yang berair (berisi cairan) yaitu berair-raksa.

Mat Aneroid sphygmomanometer itu terdiri dari:

- 1. Bulb atau bola karet yang dilengkapi dengan valve atau klep (ventil)

- 2. Cuff dan sejenis kain agak tebal untuk melipat lengan. Cuff disebut juga Manset.

- 3. Manometer dengan calibrasi 200 mm (untuk bayi/anak) atau 300 mm (untuk dewasa).

Cara penggunaan alat :

- Membungkus/melipatkan lengan atas, ada yang Cuff-nya dilengkapi dengan kaitan atau HOOK, ada pula yang dilengkapi dengan Velcro Quikuff (melekat sendiri) dan ada pula yang dengan pengikat (Bandage).

- Ventil ditutup, lalu dipompa melalui bulb atau bola karet.

- Meletakkan stethoscope pada nadi di dekat siku.

- Lepas/buka ventil (air flow) perlahan-lahan. Denyutan nadi yang pertama kali terdengar menunjukkan angka SYSTOLE, kemudian denyut nadi akan bertambah keras yang lambat laun melemah kembali sarnpai akhirnya hilang lagi. Pada saat denyut nadi hilang, angka pada manometer menunjukkan angka DIASTOLE Angka yang normal pada orang dewasa adalah 120/80. (lihat daftar).






Alat aneroid sphygmomanometer ini sering dijual dalam bentuk saku dalam dompet yang ada ritsluitingnya.

A.11.2. Mercurial Sphygmomanometer.

Alat inii terdiri dari tempat berbentuk kotak persegi panjang dan logam (metal case), cuff atau manchet, bulb karet dengan ventil atau valve, tabung gelas pada alas yang bergraduisi, tabung berisi air-raksa (mercury container). Alat ini adalah yang paling terkenal sejak waktu yang lama dan paling berat dibandingkan dengan yang lainnya. (lihat gambar.) Pabrik Aesculaap Jerman Barat memproduksi alat pengukur tekanan darah merkurial ini dengan nama NOVA PRESSANETER. Pabrik K.T.K. (kamiya Tsusan Kaisha) Jepang memproduksi alat semacam ini dengan nama patent : CAMINOMETER. Pabrik Propper USA memproduksi alat ini dengan nama: MERCURIUS (300 mm- Hg) dan MERCURETT (260 mm Hg). Selain model meja (desk model), ada juga alat semacam ini yang dipasang di ternbok (wall model) atau berdiri di atas lantai (floor-stand model).




A.11.3. Electric Sphycmomanometer

Alat pengukur tekanan darah ini mempergunakan tenaga batery atau listrik. Pabrik Terumo memproduksi dengan nama TES (Terumo Electric Sphygmomanometer), yang dilengkapi dengan manometer yang memakai batery dan menyalanya lampu sebagai tanda systole/ diastole. Dapat mengukur tekanan antara 20 -300 mm Hg (lihat gambar).




Pabrik UEDA-Jepang memproduksi dengan nama I—HEALTH MINI III. Juga memakai manometer, pompa bulb karet dan batery 9 Volt.

A.11.4. Automatic Sphygmomanometer.

Alat serba otomatis ini juga mempergunakan tenaga bateriji atau listrik tanpa memompa lagi (tanpa bola karet “bulb”), dan dilengkapi dengan pulse-rate serta angka-angka Systole/Diastole semuanya dibaca seperti melihat arloji digital. Pabrik Yamasu dan National Jepang memproduksi dengan nama DIGITAL SPHYGMOMANOMETER dan AUTOMATIC SPHYGMOMANOMETER. Pabrik Health Top Computer B.P.M. memproduksi dengan nama: DIGITAL BLOOD- PRESSURE MONITOR.
Pabrik UA Jepang memproduksi alat otomatis terbaru yaitu dilengkapi lagi dengan pencatatan di atas rol kertas seperti mesin hitung dimana sipasien bisa menyimpan data-data lengkap berisi tanggal, angka Systole/Diastole, angka Pulse-rate. Bahkan dalam keadaan normal. alat tersebut berfungsi sebagai jam meja. Nama alat tersebut
PRINTING/AUTO INFLATION DIGITAL SPHYGMOM ANOMETER




Gambar di atas adalah buatan pabrik Nippon Cohn Col Ltd. Jepang dimana CV. Karindo — Ji. Gajah Mada 156D —Jakarta menjadi agen tunggalnya.

A.11.5. Stethoscopic Sphygmomanometer.

Alat ini merupakan satu kesatuan antara stethoscope dengan sphygmornanometer jenis aneroid, Oleh pabrik KTK—Jepang, disebut juga dengan nama SFIGMONITOR. Jenis ter akhir dikenal dengan nama : HEALTH WATCHER. Pabrik Propper—USA memprodusir dengan nama : AUTOSFIG.

2. Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga

Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga adalah alat, bahan, atau campuran untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan untuk manusia, hewan peliharaan rumah tangga dan tempat-tempat umum.

Alat Kesehatan, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga sudah merupakan suatu kebutuhan masyarakat yang umumnya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari.

Penggunaan Alat Kesehatan, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang salah, berlebihan, tidak tepat atau tidak rasional dapat merugikan kesehatan pemakainya.

Untuk melindungi masyarakat terhadap kemungkinan peredaran Alat Kesehatan, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga yang tidak memenuhi syarat akibat label dan periklanan yang tidak benar atau menyesatkan, pemerintah melaksanakan pengendalian dan pengawasan Alat Kesehatan, dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga antara lain melalui pengendalian dan pengawasan terhadap penyebaran informasi atau promosi melalui periklanan.

Diantara Alat pembekalan kesehatan rumah tangga adalah sikat gigi, pasta gigi, sabun, sapu, obat nyamuk dan lain-lain

2.1. Sikat Gigi dan Pasta Gigi

2.1.1. Sikat Gigi

Sikat gigi adalah alat untuk membersihkan gigi yang berbentuk sikat kecil dengan pegangan. Pasta gigi biasanya ditambahkan ke sikat gigi sebelum menggosok gigi. Sikat gigi banyak jenisnya, dari yang bulunya halus sampai kasar, bentuknya kecil sampai besar, dan berbagai desain pegangan. Kebanyakan dokter gigi menganjurkan penggunaan sikat yang lembut karena sikat keras dapat merusak lapisan enamel dan melukai gusi. Terdapat juga sikat gigi elektronik.




2.1.2. Pasta Gigi

Pasta gigi adalah sejenis pasta yang digunakan untuk membersihkan gigi, biasanya dengan sikat gigi. Di Indonesia, pasta gigi sering juga disebut Odol, yaitu salah satu merek pasta gigi. Walaupun merek ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak lagi dijual di Indonesia, nama Odol telah menjadi nama generik. Odol pertama kali diproduksi di Jerman oleh Dresden chemical laboratory Lingner, yang sekarang dikenal sebagai Lingner Werke AG pada tahun 1892 sebagai cairan pencuci mulut/mouthwash. Odol moutwash pada tahun 1900 an adalah merk ternama dan yang paling luas penggunaannya di hampir seluruh daratan Eropa.

Karl August Lingner yang pertama menciptakan Odol moutwash dan dia adalah orang yang giat mengkampanyekan hidup higienis. Dia juga dikenal sebagai orang pertama yang mengadakan International Hygiene Exhibition pada tahun 1911. Dia mendirikan musium The German Hygyene Museum di Dresden.

Adapun Pasta gigi yang baik haruslah bersifat :

1. Ketika digunakan untuk sikat gigi, dapat menghilangkan partikel-partikel asing, substansi makanan, plak dan membersihkan gigi.

2. Haruslah tidak bersifat toksik, memiliki rasa yang menyenangkan dan meninggalkan mulut dalam keadaan segar setelah penggunaannya.

Sebuah pasta gigi pada umumnya tersusun atas :

1. Agen Polishing (penggosok).

Merupakan salah satu bahan terpenting pasta gigi yang berfungsi untuk menghilangkan partikel makanan yang menempel pada gigi dan juga membantu menghilangkan diskolorisasi pada gigi. Pada umumnya, hampir separuh dari total berat pasta gigi adalah agen ini. Agen yang sering digunakan adalah : kapur presipitasi, trikalsium fosfat, alumunium fosfat, magnesium trisilikat, dll.


2. Agen Moistener (pelembab).

Biasanya ditambahkan ke dalam pasta gigi untuk menghindarkan terjadinya pengeringan dan pengerasan pasta. Yang sering digunakan adalah : gliserin, sorbitol, propilen glikol, dll.

3. Agen deterjen dan foaming (pembuat busa).

Berfungsi untuk membantu aksi agen polishing dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir).

Jumlah deterjen yang digunakan bervariasi antara 1.5 – 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen yang paling sering digunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat.

Berfungsi untuk membantu aksi agen dengan membasahi gigi dan partikel makanan yang tertinggal di gigi juga berfungsi untuk mengemulsikan mukus (lendir). Jumlah deterjen yang digunakan bervariasi antara 1.5 – 5 % dari total berat pasta gigi. Bahan deterjen yang paling sering digunakan adalah : sodium lauril sulfat dan magnesium lauril sulfat.

4. Agen pengikat.

Agen ini sangat esensial untuk mencegah terjadinya pemisahan bahan pasta. Yang lazim digunakan adalah :

- Pati (Starch).

- Gum tragacanth.

- Sodium alginat (Manucol SA).

- Modified Irish Moss (Sangat bagus dan menjadikan pasta sangat stabil).

- Sintetik seperti : Propilen glukol.

5. Pemanis.

Untuk memberikan rasa manis pada pasta. Yang sering digunakan adalah sakarin dengan konsentrasi antara 0.1 – 1.3 %. Gula juga dapat digunakan namun sayangnya cenderung mengkristal.

6. Flavour (Pemberi rasa).

Untuk memberikan aroma atau rasa pada pasta dan menghindarkan terjadinya rasa eneg atau mual. Selain itu juga untuk menambah kesegaran pasta. Yang sering digunakan adalah minyak peppermint.

7. Pengawet.

Bahan pengawet haruslah bersifat non toksik dan berfungsi untuk menjaga struktur fisik, kimiawi dan biologi pasta. Misalnya adalah sodium benzoat atau sodium hidroxibenzoat.

Metode umum pembuatan pasta :

  1. Agen pengikat didispersikan ke dalam moistener.
  2. Deterjen dimasukkan ke dalamnya secara perlahan-lahan untuk menghindari kesulitan akibat berlimpahnya busa.
  3. Air dan pengawet dimasukkan ke dalam campuran.
  4. Pemanis dan agen polishing dicampurkan ke dalamnya dan diaduk dengan segera sampai pasta menjadi lembut.
  5. Flavour dimasukkan ke dalamnya.

2.2. Kayu Siwak

Siwak adalah nama untuk dahan atau akar pohon yang digunakan untuk bersiwak. Oleh karena itu semua dahan atau akar pohon apa saja boleh kita gunakan untuk bersiwak jika memenuhi persyaratannya, yaitu lembut, sehingga batang atau akar kayu yang keras tidak boleh digunakan untuk bersiwak karena bisa merusak gusi dan email gigi; bisa membersihkan dan berserat serta bersifat basah, sehingga akar atau batang yang tidak ada seratnya tidak bisa digunakan untuk bersiwak; seratnya tersebut tidak berjatuhan ketika digunakan untuk bersiwak sehingga bisa mengotori mulut. (syarhul mumti’ 1/118)

Sebagian ulama berpendapat tidaklah dikatakan bersiwak dengan sikat gigi adalah sunnah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, karena siwak berbeda dengan sikat gigi. Siwak memiliki banyak kelebihan dibandingkan sikat gigi. Namun pendapat yang benar bahwasanya jika tidak terdapat akar atau dahan pohon untuk bersiwak maka boleh kita bersiwak dengan menggunakan sikat gigi biasa karena illah (sebab) disyariatkannya siwak adalah untuk membersihkan gigi. Bahkan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah besiwak dengan jarinya ketika berwudhu, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ali bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, yang artinya: ”Beliau memasukkan jarinya (ke dalam mulutnya-pent) ketika berwudlu dan menggerak-gerakkannya” (Hr: Ahmad dalam musnadnya 1/158. Berkata Al-Hafizh dalam talkhis 1/70 setelah beliau membawakan hadits-hadits tentang siwak dengan jari yaitu dari hadits Anas dan Aisyah dan selain keduanya: ”Dan hadits yang paling shohih tentang siwak dengan jari adalah hadits yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad dalam musnadnya dari hadits Ali bin Abi Tolib”.) (Syarhul mumti’ 1/118-119)

Dan bersiwak dengan menggunakan akar atau dahan pohon adalah lebih baik dan lebih mengikuti sunnah Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam karena memiliki faedah yang banyak dan bisa digunakan setiap saat serta bisa dibawa kemana-mana. Namun anehnya banyak kaum muslimin yang merasa tidak senang jika melihat orang yang bersiwak dengan akar atau dahan pohon, padahal tidak diragukan lagi akan kesunnahannya. Mereka memandang orang yang bersiwak dengan akar kayu dengan pandangan sinis atau pandangan mengejek. Apakah mereka membenci sunnah yang sering dilakukan dan dicintai oleh Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam bahkan ketika akhir hayat beliau? Tidak cukup hanya dengan membenci, merekapun memberikan olok-olokan yang tidak layak sampai-sampai mereka mengatakan orang yang bersiwak adalah orang yang jorok.

Siwak Menurut Medis

Dari penelitian menunjukkan bahwa kayu siwak (Salvadora persica) mengandung bahan-bahan kimiawi yang bermanfaat untuk menekan aktivitas mikrobial dan menghambat pertumbuhannya. Penelitian daya hambat kayu siwak (Salvadora persica) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans yang patogen terhadap mulut, dapat menunjukkan kemampuan kayu siwak sebagai salah satu alternatif zat antibakterial yang memang seharusnya dikembangkan sebagai komoditas oral cleaner device (alat pembersih mulut) yang higinis dan efektif dalam mencegah periodontal disease. Penelitian terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan patogen pada saluran pernapasan, kulit dan luka dapat pula menunjukkan bahwa kayu siwak bukan hanya efektif sebagai komponen antibakterial mulut, namun juga efektif sebagai antibakterial yang memiliki spektrum lebih luas. (Penelitian ini dikembangkan oleh Mahasiswa Biologi FMIPA ITS)

2.3. Sapu

Sapu adalah salah satu alat pembersih yang terdiri dari bagian serat atau serabut kaku dan biasanya terpasang atau terikat kepada suatu pegangan silindris.

Bentuk sapu hampir selalu mengalami perubahan mulai dari bahan ranting-ranting pohon hingga seikatan serat-serat alami. Pada mulanya, sapu memiliki bentuk bulat, bentuk yang mudah dibuat tapi kurang efisien untuk melakukan pembersihan. Sapu dapat diikatkan ke sebuah pegangan, baik yang pendek untuk pembersih debu, maupun panjang untuk menyapu lantai atau perapian.

Beberapa wanita mempergunakan sapu dari bahan bambusa (1899)

2.4. Sabun

Segala jenis sabun dapat digunakan untuk mencuci tangan baik itu sabun (mandi) biasa, sabun antiseptik, ataupun sabun cair. Namun sabun antiseptik/ anti bakteri seringkali dipromosikan lebih banyak pada publik. Hingga kini tidak ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa sabun antiseptik atau disinfektan tertentu dapat membuat seseorang rentan pada organisme umum yang berada di alam.

Perbedaan antara sabun antiseptik dan sabun biasa adalah, sabun ini mengandung zat anti bakteri umum seperti Triklosan yang memiliki daftar panjang akan resistensinya terhadap organisme tertentu. Namun zat ini tidak resisten untuk organisme yang tidak terdapat didaftar, sehingga mereka mungkin tidak seefektif apa yang diiklankan.

[sunting] Mencegah penyakit

Diagram F transmisi penyakit diambil dari sumber: Wagner dan Lanoix

Mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu cara paling efektif untuk mencegah penyakit diare dan ISPA, yang keduanya menjadi penyebab utama kematian anak-anak. Setiap tahun, sebanyak 3,5 juta anak-anak diseluruh dunia meninggal sebelum mencapai umur lima tahun karena penyakit diare dan ISPA. Mencuci tangan dengan sabun juga dapat mencegah infeksi kulit, mata , cacing yang tinggal didalam usus SARS, dan flu burung.

Pada sebuah penelitan yang dipublikasikan Jurnal Kedokteran Inggris (British Medical Journal) pada November 2007 menyatakan bahwa mencuci tangan dengan sabun secara teratur dan menggunakan masker, sarung tangan, dan pelindung, bisa jadi lebih efektuf untuk menahan penyebaran virus ISPA seperti flu dan SARS. Temuan ini dipublikasikan setelah Inggris mengumumkan bahwa mereka menggandakan obat-obatan anti virus sebagai persiapan pandemik flu yang mungkin terjadi dimasa depan. Berdasarkan 51 riset, peneliti menemukan bahwa pendekatan melalui perlindungan fisik yang murah sebaiknya diberikan prioritas dalam rencana nasional mengatasi pandemik flu, saat bukti-bukti banyak menunjukkan bahwa penggunaan vaksin dan obat-obatan anti virus tidak efisien untuk menghentikan penyebaran influenza.

Ke 51 penelitian ini membandingkan intervensi untuk mencegah penularan virus ISPA dari binatang ke manusia atau manusia ke manusia dengan isolasi, karantina, menjauhkan diri secara sosial, perlindungan diri dan perlindungan melalui perilaku sehat, intervensi lainnya hingga tidak melakukan apapun juga. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa secara individual mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker, sarung tangan dan pelindung lebih efektif untuk menahan laju penyebaran virus ISPA, dan lebih efektif lagi bila dikombinasikan. Para peneliti juga akan mengadakan evaluasi lanjutan akan kombinasi manakah yang terbaik untuk diterapkan. Penelitian lainnya yang dibulikasikan oleh Cochrane Library journal pada Oktober 2007 menemukan bahwa mencuci tangan dengan air dan sabun adalah cara yang sederhana dan efektif untuk menahan virus ISPA, mulai dari virus flu sehari-hari hingga virus pandemik yang mematikan.

Sebuah penelitian lain tentang kebijakan kesehatan yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukkan bahwa perilaku sehat seperti mencuci tangan dengan sabun kurang dipromosikan sebagai perilaku pencegahan penyakit, dibandingkan promosi obat-abatan flu oleh staf kesehatan. Hal ini diperparah apabila lokasi penduduk terpencil dan sulit terjangkau media cetak maupun elektronik (seperti radio dan TV) .

BAB III

KESIMPULAN

Seperti yang telah penulis sampaikan di Bab pendahuluan, penulis membatasi kerangka penulisan pada 3 (tiga) hal (dapat dibuka di halama 3). Maka penulispun menyimpulkan bahwa:

1. Alat kesehatan medis diantaranya: Teaching Stethoscope, Triplex Stethoscope, Anesthescope, Baby Stethoscope (Infantscope) , Pediatric Stethoscope, Magnascope, Cardiology Stethoscope, Electronic Stethoscope, Littmann Stethoscope, Sphygmomanometer, Aneroid Sphygmomanometer, Mercurial Sphygmomanometer, Electric Sphycmomanometer Automatic Sphygmomanometer, Stethoscopic Sphygmomanometer.

2. Alat kesehatan rumah tangga diantaranya sikat gigi, pasta gigi, siwak, sapu dan lain-lain.

3. Perbedaan Antara Alat Kesehatan medis dengan alat perbekalan rumah tangga yaitu:

- Alat kesehatan adalah bahan, instrumen, aparatus, mesin, implan yang tidak mengandung obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit serta memulihkan kesehatan pada manusia dan atau untuk membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.

- Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga adalah alat, bahan, atau campuran untuk pemeliharaan dan perawatan kesehatan untuk manusia, hewan peliharaan rumah tangga dan tempat-tempat umum.

1 komentar:

PT. Global Promedika Service mengatakan...

Jasa kalibrasi alat kesehatan,training kalibrasi,sertifikasi,Maintenance & Service,produk consumables alat kesehatan.

Poskan Komentar

 

Great Morning ©  Copyright by T-Mei (Tita Meilani) | Template by Blogger Templates | Blog Trick at Blog-HowToTricks